
Pangkalpinang – Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menghadiri Festival Ceria Imlek 2026 yang berlangsung meriah di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis malam (12/2/2026). Kehadiran Kanwil diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Adi Riyanto, mewakili Kepala Kantor Wilayah, Johan Manurung.
Festival yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka tersebut menampilkan beragam atraksi budaya, stan UMKM, serta pertunjukan yang mencerminkan harmoni sosial dan keberagaman budaya masyarakat Bangka. Pemerintah Kabupaten menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut menjaga keberagaman serta mendorong perekonomian masyarakat.
Perwakilan Kanwil Kemenkum Babel berkesempatan meninjau stan UMKM dan berdialog dengan pelaku usaha serta Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka terkait potensi pencatatan serta pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) terhadap ekspresi budaya, kuliner tradisional, dan produk kerajinan yang ditampilkan dalam festival.
Kepala Bidang Pelayanan KI, Adi Riyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat literasi KI di tengah masyarakat.
“Banyak karya budaya dan produk UMKM yang memiliki potensi ekonomi besar. Pendaftaran merek maupun hak cipta sangat penting agar produk lokal memiliki kepastian hukum dan nilai tambah yang berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kanwil Kemenkum Babel siap memberikan pendampingan kepada pelaku usaha maupun pemerintah daerah dalam registrasi kekayaan intelektual agar potensi lokal dapat berkembang optimal.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kaswo, menekankan pentingnya pelindungan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.
“Festival budaya seperti ini bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah pelestarian identitas lokal. Banyak ekspresi budaya yang perlu dilindungi melalui mekanisme KI agar tidak mudah diklaim dan tetap menjadi kekayaan Bangka Belitung,” kata Kaswo.
“Kami mendorong agar setiap potensi budaya maupun produk kreatif yang memiliki karakteristik khas segera dipetakan dan diajukan perlindungan KI-nya.”
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival dan menegaskan komitmen Kanwil dalam memperkuat ekosistem KI di daerah.
“Festival Ceria Imlek menggambarkan kekuatan keberagaman yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi budaya dan UMKM yang tampil perlu dilindungi agar bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar Johan.
“Kanwil Kemenkum Babel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pemanfaatan KI sebagai penggerak ekonomi kreatif.”
Festival Ceria Imlek 2026 dihadiri ratusan pengunjung, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta pelaku UMKM lokal. Kanwil Kemenkum Babel menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi kreatif berbasis Kekayaan Intelektual.
KANWIL KEMENKUM BABEL




