
Pangkalpinang — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Kajian Pekanan bertajuk “Muhasabah Awal Tahun” pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung ba’da Dzuhur hingga selesai, bertempat di Masjid Al Ikhwan, lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung.
Kajian pekanan tersebut dihadiri oleh jajaran pegawai dan diisi oleh Ustadz Firdaus, Lc., M.Pd, yang menyampaikan materi reflektif tentang pentingnya muhasabah sebagai bentuk evaluasi diri dalam mengawali tahun yang baru. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh aparatur di lingkungan Kantor Wilayah.
Dalam pemaparannya, Ustadz Firdaus menjelaskan tentang kedudukan waktu dalam Islam, yang dipandang sebagai nikmat besar dari Allah SWT dan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Waktu disebut sebagai bagian dari kehidupan manusia yang tidak akan pernah kembali dan tidak dapat dibeli, sehingga setiap insan dituntut untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya melalui amal kebajikan dan ketaatan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa muhasabah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam perjalanan spiritual seorang muslim. Muhasabah tidak hanya dilakukan setelah beramal, tetapi juga sebelum dan ketika beramal, guna memastikan niat yang ikhlas, cara yang benar, serta istiqomah dalam pelaksanaannya. Melalui muhasabah, seseorang dapat mengenali kekurangan dan kelebihan diri, terhindar dari perbuatan dosa, serta termotivasi untuk terus meningkatkan amal shaleh.
Kajian ini juga menguraikan beberapa hal utama yang perlu dilakukan di awal dan akhir tahun, di antaranya melakukan introspeksi diri, bertaubat dari dosa dan kemaksiatan, memperbanyak istighfar, merencanakan target ibadah, serta senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyampaikan bahwa kegiatan kajian keagamaan seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan integritas aparatur. Menurutnya, pembinaan rohani merupakan fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi secara profesional dan berintegritas.
“Melalui kajian Muhasabah Awal Tahun ini, kita diajak untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Dengan muhasabah, kita diharapkan mampu memperbaiki niat, meningkatkan kedisiplinan, serta menata kembali komitmen kerja agar di tahun yang baru ini kinerja semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Johan Manurung.
Ia juga berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Dengan keseimbangan antara kecakapan profesional dan keteguhan spiritual, aparatur di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.
Melalui pelaksanaan Kajian Pekanan ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang berkesinambungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi sarana refleksi dan motivasi bagi seluruh pegawai dalam mewujudkan kinerja yang unggul, berintegritas, serta berorientasi pada perbaikan berkelanjutan di tahun 2026.
Kanwil Kemenkum Babel

